Caritas PSE KAM Membantu Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Korban Human Trafficking ke Kampung Halaman

imigran 1

Ketua End Human Traficking Medan Todo Pasaribu memberangkatkan ES menuju Bandar Lampung

Caritaspse.or.id, Medan - Tanggal 18 Agustus 2020 pukul 18.00 Wib, Kami mendapat infomasi dari Sr. Katarina FSGM – Pringsewu Lampung menyatakan bahwa ada warga Lampung korban human trafficking dan dideportasi oleh pemerintahan Malaysia.

Pasien tersebut  akan tiba di Bandara Kualanamo Serdang Bedagai pada malam hari. Pasien tersebut adalah seorang perempuan, berumur 31 tahun dan dalam keadaan berbadan dua (hamil) sekitar 5 bulan, 21 hari. Tanggal 19 Agustus 2020 siang, ES ini diamankan dan menginap di Caritas PSE di Medan. Tindakan yang sudah dilakukan adalah memeriksa kelengkapan data-data pribadinya (tidak ada KTP yang dibawa/hanya paspor dengan nama manipulasi), membeli pakaian dan celana untuk dipakai karena hanya baju yang dibadan yang dibawa dari Malaysia  kemudian pemeriksaan kesehatan di RS St. Elisabeth Medan. Oleh karena peraturan pemerintah Indonesia, akhirnya dia di isolasi mandiri di P4TK kota Medan selama 14 hari. Hari ke 10, pasien menjalani Test Swab/PCR untuk mendapatkan surat bebas Virus Corona 19 dan hari ke 15, akhirnya  mendapat surat layak pulang dari ruangan kemudian dilanjutkan dengan mengurus surat-surat kelengkapan administrasi untuk layak terbang.

imigran 2

Pemulangan ini merupakan kebahagian besar buat kami karena pasien sudah sehat dan  dapat menjalani proses administrasi di masa pandemic Covid 19 dengan baik. Selama 15 hari pasien di isolasi di P4TK Medan, komunikasi dengan tim trafficking Caritas PSE KAM tetap terjalin dengan baik. Dalam kesempatan ini, tim trafficking punya waktu untuk saling video Call (VC) dan melengkapi data-data tetang pengalamannya selama di Malaysia. Awal perjalanannya, Keluarga ini sudah menikah sirih dan perekonomian yang sangat sulit untuk menjalani hidup. Akhirnya ES ditawarkan oleh suaminya agar bekerja ke Jakarta, ternyata setelah di Jakarta suaminya malah memberikan istrinya ke agen dan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Dengan adanya transaksi ini, suami mendapat uang dan ES akan menerima gaji setiap bulan dan boleh kembali/pergi ke Indonesia sebanyak 1 kali setiap 3 bulan. Setelah di Malaysia, semua perjanjian itu tidak ada. Setelah beberapa bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga akhirnya ES lari karena majikannya selalu memukul ES. Kartu identitas yang bisa diselamatkan dari rumah majikan ini adalah hanya paspor saja. Selama belasan tahun dia hidup di Malaysia, selalu pindah-pindah kerja dan tanpa diketahui oleh keluarganya. Tahun 2020, keluarga mendengar berita tentang ES di Malaysia dan sedang menjalankan masa tahanan. Awal pandemic Corona 19 Maret 2020, Malaysia menutup pintu masuk Negara itu sehingga segala akses untuk mempercepat kepulangannya sangat sulit.

 

imigran 3

 Audiensi bersama bapak Fauzi - wakil bupati Pringsewu

Pada tanggal 09 September 2020, tim memberangkatan ES dari Medan menuju Bandar Lampung. Tim yang ikut menemani adalah Petra M Simbolon. Setelah sampai di  Bandara,kami disambut di komunitas FSGM sekaligus kantor Center Sr. Katarina FSGM  untuk menerima kasus-kasus human trafficking.

Kemudian Sr. Katarina FSGM membuat diskusi internal dan langsung menuju rumah keluarga ES di Karang Bandar-Pringsewu.

Tim dari Caritas PSE KAM bersama Tim Jaringan Masyarakat Menentang Perdagangan Orang (JMPPO) yang dikelola oleh Sr. Katarina FSGM di Pringsewu juga ikut hadir. Perjuangan Sr. Katarina FSGM dan tim JMPPO mengurus (ES) sudah terkabar sampai ke pemerintahan Kab. Pringsewu. Setelah ES kami berikan ke keluarganya, besoknya kami udiensi bersama bapak Fauzi, wakil bupati Kab. Pringsewu Lampung. Bapak Fauzi mengucapkan banyak terimakasih buat tim “to End Human Traffiking Medan-Caritas PSE KAM, yang solid atas kerjasama yang kuat hingga (ES) dapat kembali ke kampung halamannya dengan keadaan sehat.

Bapak Fauzi selaku Wakil Bupati, berpesan agar para warga Pringsewu yang bekerja ke Luar Negeri untuk menggunakan Prosedur yang sebagai mana Mestinya (Legal) sehingga peristiwa yang dialami  ES ini tidak terulang lagi. Fauzi juga menyarankan agar ES untuk istirahat yang cukup dan memulihkan stamina pasca kepulangan dari Malaysia yang membutuhkan Energi yang cukup melelahkan.

Dengan adanya pengalaman ini, Caritas PSE KAM mengajak agar masyarakat berfikir kritis, selalu waspada dan tidak mudah tergiur iming-iming. Apabila ada  perusahaan yang menawarkan pekerjaan di dalam/luar negeri hendaknya dipastikan terdaftar di DISNAKERTRANS. Hendaknya juga update terhadap pengetahuan dan informasi. (Petra M.Simbolon)