Pendidikan dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat & Cair di Rayon Talun Kenas Paroki Delitua

Medan 3 Februari 2016, Sesuai dengan program kerja Divisi Ekora bidang Livelihood CPSE KAM yang telah disusun sebelumnya, maka Divisi Ekora Livelihood CPSE KAM akan melaksanakan program tersebut. Salah satu tugas penting Divisi Ekora Livelihood CPSE KAM adalah memberikan pendidikan dan pelatihan pengembangan pertanian organik dengan menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan hasil pertanian yang berkualitas dan sehat di konsumsi dan untuk pengurangan penggunaan pupuk kimia yang mana selama ini petani hanya menggunakan pupuk kimia.

 

Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. Sumber bahan untuk pupuk organik sangat beranekaragam, dengan karakteristik fisik dan kandungan kimia yang sangat beragam sehingga pengaruh dari penggunaan pupuk organik terhadap lahan dan tanaman dapat bervariasi. Selain itu, peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat fisika, kimia biologi tanah serta lingkungan. Pupuk organik yang ditambahkan ke dalam tanah akan mengalami beberapa kali fase perombakan oleh mikroorganisme tanah untuk menjadi humus. Bahan organik juga berperan sebagai sumber energi dan makanan mikroba tanah sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tersebut dalam penyediaan hara tanaman. Pupuk organik memiliki fungsi kimia yang penting seperti penyediaan hara makro (nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur) dan mikro seperti zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan besi, meskipun jumlahnya relatif sedikit. Unsur hara makro dan mikro tersebut sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

Peserta yang hadir 45 orang. Mereka adalah dari utusan setiap stasi paroki Delitua. Pelaksanaan dilakukan di Stasi St. Tarsisius Namopuli, Rayon Talun Kenas. Sesuai dengan jadwal kegiatan dimulai pada pukul 09:00. Namun karena umat belum semua hadir maka waktu diulur hingga pukul 10:00. Maka kegiatan dimulai sampai pukul 16:00. Jenis kegiatan yang dipraktekkan adalah :

  1. Pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) atau EM4 (Efective Microorganisme 4)
  2. Pembuatan pupuk organik padat dengan bantuan bahan dekomposer yakni EM4
  3. Pembuatan pupuk organik cair juga dengan bantuan bahan dekomposer EM4
  4. Pembuatan pupuk tunggal organik cair yakni pupuk urea (Nitrogen)

Tujuan

  1. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang manfaat pupuk organik padat dan cair bagi tanaman
  2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang pembuatan pupuk organik dan juga MOL

Demikianlah kegiatan praktek ini kami buat, dengan harapan semoga dengan dilaksanakan kegiatan pelatihan ini, dapat berguna dengan maksimal dan menjadi dasar pembelajaran menuju hal yang lebih baik lagi ke depan.