FINALISASI RANCANGAN PROGRAM PROYEK HUMBAHAS LESTARI

 

Yayasan Caritas PSE sebagai salah satu lembaga penerima hibah yang berasal dari United States Agency for International Development  (USAD) yang  merupakan badan independen dari pemerintahan Amerika Serikatmelalui pengajuan proposal ke Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Indonesia sebagai penyalur dana tersebut pada Senin – Jumat (19-23 Jan, 2015) di Grand Angkasa Hotel pukul 09.00 – 18.00 WIB setiap harinya.

 

Finalisasi rancangan program ini bertujuan untuk menyusun kembali draft rancangan program yang sebelumnya menjadi draft rancangan program yang mengalami perbaikan sesuai dengan kenyataan di lokasi program. Hal ini dilakukan adalah sesuai dengan kesepakatan di awal, bahwa kajian Kehutanan dan Kajian Sosial ekonomi budaya adalah untuk melakukan penelitian langsung ke lokasi program.

Kajian Kehutanan yang bekerja sama dengan Konsultan dari Fakultas Kehutanan USU dan kajian Sosial ekonomi dan budaya yang bekerjasama dengan Konsultan dari LP2M UNIKA telah diselesaikan. Maka dengan modal hasil kajian tersebut Yayasan Caritas PSE melakukan beberapa perubahan pada draft rancangan program yang telah dibuat sebelumnya. Setelah 3 hari melakukan rapat internal di Yayasan Caritas PSE, dilanjutkan dengan rapat finalisasi bersama-sama dengan pemberi hibah yang dalam hal ini diwakili oleh Yayasan KEHATI dan perwakilan dari USAID sebagai donor.

Ada tiga lembaga yang hadir di lokasi dengan tujuan yang sama yang kesemuanya berasal dari Sumatera Utara, Yayasan Caritas PSE sendiri, Yayasan Pemerhati Alam Dunia Hijau Indonesia (PADHI) dari Aceh dan lembaga Sumatera Rainforest Institute (SRI)  dari Panyabungan. Di awal maisng-masing lembaga memaparkan mengenai perkembangan program yang dijalankan. Selanjutnya pembahasan draft rancangan program dibagi dalam masing-masing lembaga.

Ada 5 orang staff program TFCA yang berasal dari  Yayasan Caritas PSE yang ikut dalam kegiatan finalisasi tersebut. Leo Karmelo Tarigan sebagai Koordinator Lapangan, Denny Lee sebagai Kordinator Keuangan, dan 3 orang staff lapangan Restuni, Berliana dan Riwanda. Kelima orang ini yang ikut serta dalam 5 hari diskusi yang dilakukan untuk finalisasi ini. Pada hari ketiga dan keempat Ketua Yayasan Caritas PSE, Todo A Pasaribu juga ikut serta pada acara tersebut. Sementara itu dari Yayasan KEHATI yang bersama-sama dengan Yayasan Caritas PSE adalah Nety, Dwi dan utusan dari USAID Toni.

Beberapa perubahan dari kajian awal adalah perubahan kata restorasi menjadi rehabilitasi. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian, dimana akan ada jenis tanaman yang bukan eksisting yang akan dibudidayakan di daerah program dan bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui hasilnya. Sementara jika dilihat dari pengertiannya restorasi adalah pelestarian hutan tindakan untuk membawa ekosistem yang telah terdegradasi kembali menjadi semirip mungkin dengan kondisi aslinya dan tidak bisa untuk diusahai. Rehabilitasi adalah usaha memperbaiki, memulihkan kembali dan meningkatkan kondisi lahan yang rusak & kritis agar dapat berfungsi secara optimal. Baik sebagai unsur produksi, media pengatur tata air maupun sebagai unsur perlindungan alam lingkungan. Berdasarkan pengertian tersebut maka Yayasan Caritas PSE memilih rehabilitasi.

Selanjutnya adalah penguatan terhadap logframe yang ada. Mulai dari komponen II, terkait dengan kelompok rehabilitasi dan rancangan teknis rehabilitasi yang akan dilakukan termasuk lokasi dan jenis tanaman yang akan ditanam. Komponen III yang membahas tentang pelatihan-pelatihan serta bantuan-bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat dengan tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Baik melalui agroforestry, pertanian terpadu, peternakan, perikanan  dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Melalui kajian yang telah dilakukan komponen-komponen tersebut telah menemukan titik terangnya. Pada komponen IV yang adalah Peraturan Desa (PERDES) dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) juga mengalami beberapa perubahan, mulai dari waktu pelaksanaannya, lembaga pengelolanya dan kawasan yang dirancang akan diajukan. Hingga bagian V, yang awalnya adalah 3 judul buku yang akan diperuntukkan untuk umum berubah menjadi 2 judul buku untuk umum dan 1 judul buku untuk pelajar.

Demikianlah kesimpulan singkat dari hasil pertemuan 5 hari bersama Yayasan KEHATI. Yayasan Caritas PSE mengirimkan perubahan draft rancangan program tersebut ke Yayasan KEHATI melalui Dwi. Sementara itu hasil kajian Kehutanan dan Hasil Kajian Sosial, Ekonomi dan Budaya yang lengkap akan dikirimkan dalam bentuk softcopy ke pihak Yayasan KEHATI selambat-lambatnya awal bulan Maret. (Restuni)