Animasi Para Pengurus dan Anggota Kelompok Tani Se-Paroki St Konraad Farzam Lintong Nihuta

Caritas PSE KAM: Senin 15 Februari 2016 sekitar pukul 09:30 wib, P. Markus Manurung OFMCap selaku Direktur Caritas PSE KAM bersama dengan Buha Simbolon dari Staf Caritas PSE KAM divisi Ekora Unit Livelihood berangkat dari Medan Menuju Paroki Lintong Nihuta yang ada di Kab. Humbang Hasundutan. Team berangkat untuk menghadiri undangan dari Bapak Petrus Rajagukguk selaku Ketua PSE Paroki Lintong Nihuta, setelah tiba di sekitar pukul 20:00 wib di Lintong Nihuta, Team langsung bertemu dengan Bapak Petrus Rajagukguk. Awalnya kegiatan ini di rencanakan untuk Animasi Karya Pastoral Sosial Ekonomi Kepada Para Penggerak PSE Paroki, setelah di konfirmasi ulang kepada PSE Paroki ternyata kegiatan tersebut

tidak efisien, alasannya para penggerak PSE hanya 4 orang dari 2 Stasi dan 4 orang di tingkat Paroki yang ada di Paroki Lintong Nihuta, sehingga kegiatan berubah jadi menganimasi para Pengurus dan Anggota Kelompok Tani Se-Paroki Lintong Nihuta.

Selasa 16 Februari 2016 kegiatan animasi para pengurus dan anggota kelompok dilakukan di secretariat Paroki yang di mulai pukul 10:00 wib di hadiri 22 orang peserta dari 3 kelompok tani dampingan PSE Paroki Lintong Nihuta yakni: kelompok tani karya maju Huta Gurgur 4 orang, Kelompok Tani Siguri-guri 5 orang, Kelompok Tani Abadi Sosor Mual 4 orang. Satu kelompok tani dampingan Caritas PSE KAM yaitu Kelompok Tani Maduma Paroki Lintong Nihuta 4 orang dan Satu kelompok Tani dari Paroki Siborong-borong yaitu Kelompok Tani Setia Maju Buhit Nangge 3 orang. Serta seksi PSE Paroki 4 orang. Dalam pertemuan ini Pastor Markus Manurung menganimasi para peserta dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kelompok tani termasuk tujuan berkelompok, tugas dan tanggung jawab pengurus dalam hidup berkelompok dan kewajiban sebagai anggota. Pastor Markus juga membuat beberapa permainan yang bermakna dalam hidup rukun berkelompok diantaranya permainan lili dan batu, permainan menyampaikan pesan kepada teman dan permainan bola dan tali. Dalam permainan ini peserta diharapkan dapat menyerap dan merefleksikan apa tujuan dari permainan tersebut.

Kesimpulannya P. Markus menekankan kepada seluruh peserta supaya hidup berkelompok tani untuk bersatu antar peserta kelompok baik pengurus maupun anggota dan menjadi sebuah gerakan sosial baik dalam lingkungan sekitar dan di tinkat Paroki, kelompok juga sebagai wadah informasi dan tempat memutuskan suatu program yang akan di jalankan. Semoga para peserta kelompok semakin rukun dan beriman.