Penyuluhan Dan Praktek Pertanian Dan Peternakan Babi Berbasis Ekologis di Paroki St Maria Tarutung

Pada hari Kamis tgl 3 bulan Maret 2016, Caritas PSE dari divisi Ekora melakukan kunjungan dan penyuluhan ke Paroki Santa Maria Tarutung sesuai dengan program (Matriks Caritas PSE KAM 2016) yang telah disusun dalam Rapat Paripurna Caritas PSE KAM pada November 2015 di PPU Karang Sari Pematangsiantar. Dalam Matriks tersebut beberapa Paroki se-KAM akan dikunjungi oleh pihak Caritas PSE KAM termasuk Paroki Tarutung. Kehadiran Caritas PSE disambut hangat oleh DPP dan Pastor Paroki. Adapun kegiatan dan pelatihan yang kami lakukan di Paroki Tarutung akan kami uraikan seperti di bawah ini :

- Tgl 3 s/d 4 Maret 2016 Pelatihan dan Praktek Pembuatan pakan ternak babi fermentasi, MOL (Mikroorganisme Lokal), dan pestisida hayati di Stasi Huta Raja



Dalam kegiatan kali ini Caritas PSE memberikan penyuluhan Pertanian dan Peternakan berbasis ekologis. Pada hari Kamis tgl 3 Maret hari pertama di Tarutung, kegiatan yang dilakukan adalah penyampaian materi dan bentuk animasi serta masukan-masukan dari pihak Caritas PSE kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk organik cair dan Mikroorganisme Lokal (MOL). Pada hari ke- 2 tgl 4 Maret dilanjutkan kegiatan, dalam pertemuan ini adalah pembuatan pakan peternakan babi dengan sistem fermentasi dan kandang babi fermentasi. Cara pembuatannya sangat sederhana, tanpa biaya tinggi. Apalagi mengingat ketersediaan air yang kurang memadai sangat mempengaruhi dalam budidaya ternak babi, seperti halnya menyiram kandang dan memandikan ternak. Disamping itu juga ketersediaan pakan dan kayu bakar sebagai bahan baku untuk memasak pakan ternak menjadi bahan pertimbangan bagi umat di Paroki Tarutung khususnya di Stasi Huta Raja. Seusai penjelasan teori dilanjutkan dengan praktek pembuatan pakan fermentasi. Sementara untuk praktek kandang babi fermentasi dalam kegiatan ini dipending dulu karena alasan pada umumnya umat di Stasi Huta Raja sudah mempunyai kandang babi yang permanen. Namun dalam teori sudah dijelaskan sedetail mungkin agar umat dapat mempraktekkannya jika dibuthkan di kemudian hari. Kandang fermentasi ini cukup sederhana karena modal sedikit, karena bahan-bahan ada di sekitar masyarakat seperti batang bambu atau batang kayu. Selain itu keuntungan dari kandang fermentasi sederhana ini ialah kita tidak perlu menyiram kandang dan memandikan ternak. Dan keuntungan yang paling besar manfaatnya adalah kandang fermentasi tersebut menjadi pabrik pupuk organik yang berkualitas.



- Tanggal 05 maret 2016 Kegiatan di lakukan di Rayon Sipahutar Stasi Silimabahal. Dalam pertemuan ini kegiatan yang dilakukan yakni penyampaian animasi sebagai rangsangan agar umat tergugah untuk bertani dengan menggunakan pupuk organik. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi tentang pupuk pestisida alamai, MOL dan juga teori peternakan babi dengan sistem fermentasi baik pakan maupun kandang ternak babi. Umat dari Rayon Sipahutar yang terdiri dari 10 stasi ini dengan jumlah peserta 60 orang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini. Berdasarkan sharing dan pengalaman mereka bahwa semua masyarakat di Sipahutar umumnya sangat tergantung pada pemakaian pupuk kimia. Mereka membudidayakan tanaman dengan dengan kekuatan pupuk kimia. Kami memperkenalkan pupuk organik padat pun cair serta pestisida hayati dan manfaatnya untuk kesehatan tanaman dan memperbaiki sifat kimia, fisika, kimia. Mereka mulai tertarik untuk menggunakan pupuk organik. Seusai penyampaian materi dilanjutkan dengan praktek pembuatan pestisida hayati, MOL dan pakan ternak babi fermentasi. - Minggu Tanggal 6 Maret 2016

Kegiatan kali ini adalah kunjungan dan monitoring ke stasi Silitonga. Tim CPSE Kam dan Ka. PSE Paroki Bapak Simanjuntak ikut kunjungan ke stasi ini. Kegiatan yang dilakukan di sana adalah memonitoring dan mengevaluasi kelompok tani Lestari Maduma. Kelompok ini adalah kelompok tani yang telah didanai oleh CPSE KAM. Melihat antusiasme dan semangat mereka untuk membentuk kelompok tani menjadi cikal bakal terbentuknya kelompok ini. Dan memang benar kelompok ini bisa dikatakan berhasil dalam praktek budidaya tanaman cabai dengan sistem organik dan juga peternakan babi dengan sistem fermentasi. Kelompok ini sukses karena juga didukung oleh kerjasama yang baik dan saling mendukung dan memahami. Dari hasil monitoring dan evaluasi yang sudah kami laksanakan bahwa kelompok ini berkembang ke arah yang lebih baik dan mandiri. Bahkan mereka menjadi kelompok tani teladan atau percontohan bagi kelompok tani stasi-stasi yang lain. Mereka juga bersedia untuk membagikan ilmu dan pengetahuan mereka untuk stasi-stasi yang ada di Paroki Tarutung. Sekarang saatnya bagi anda rekan semua, buktikan dan berikan kontribusi yang positif bagi seluruh masyarakat khususnya di paroki kita. Diam dan menonton saja tidak akan mendatangkan kesuksesan dan kemajuan bagi diri sendiri apalagi masyarakat umum. Saatnya sekarang anda bergabung dan bergegas. Demikian hal ini kami buat. Semoga melalui kegiatan yang dilakukan di Paroki St. Maria Tarutung menambah pengetahuan baru tentang peternakan dan pertanian berbasis ekologis. Harapan kami semoga umat di Paroki ini makin tergugah untuk semangat dalam meningkatkan perekonomian ditingkat keluarga, lingkungan, stasi, Paroki maupun masyarakat secara luas. Atas dukungan dari CPSE KAM, PSE Paroki dan Pastor Paroki, serta semua orang yang memberi hati dalam pertanian organik kami ucapkan terima kasih banyak. Salam Organik.

Sr. Nicoline Banjarnahor KSFL