Pelaksanaan Penyuluhan Dan Praktek Pertanian Dan Peternakan Babi Berbasis Ekologis Paroki St.Yosef Parsoburan

 

 

Hari Senin 7 Maret 2016 Pelatihan dan Praktek Pembuatan pakan ternak babi fermentasi, MOL (Mikroorganisme Lokal), dan pestisida hayati di Stasi Lumban Pinasa Dalam kegiatan kali ini Caritas PSE memberikan penyuluhan Pertanian dan Peternakan berbasis ekologis. Kegiatan yang dilakukan adalah penyampaian materi dan bentuk animasi serta masukan-masukan dari pihak Caritas PSE kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan pestisida hayati, pupuk cair pakan ternak fermentasi, Seusai penjelasan teori dilanjutkan dengan praktek pembuatan pakan fermentasi. Sementara untuk praktek kandang babi fermentasi dalam kegiatan ini

dipending dulu karena alasan pada umumnya umat di Stasi Lumban Pinasa sudah mempunyai kandang babi yang permanen. Namun dalam teori sudah dijelaskan sedetail mungkin agar umat dapat mempraktekkannya jika dibutuhkan di kemudian hari. Keuntungan dari kandang fermentasi sederhana ini ialah kita tidak perlu menyiram kandang dan memandikan ternak. Dan keuntungan yang paling besar manfaatnya adalah kandang fermentasi tersebut menjadi pabrik pupuk organik yang berkualitas. Umat yang hadir dalam pertemuan ini sebanyak 67 orang. Peserta yang hadir bukan hanya umat Katolik tetapi non Katolik. Untuk masyarakat desa Lumban Pinasa yang mau ikut dalam pelatihan ini diberi peluang. Pertemuan kali ini cukup unik dan bagus karena bukan hanya umat Katolik saja tetapi mencakup semua. Pastor paroki cukup terbuka dalam hal ini, karena kata beliau kalau mau menerapkan sistem pertanian yang organik harus serentak dan merata bukan hanya kelompok saja. Kalau hanya pribadi atau kelompok yang menerapkan sistem ini dampak positifnya lambat dan prosesnya akan lama. Maka penggunaan pupuk organik dan pestisida hayati diharapkan semua yang menerapkan. Kalau semua masyarakat dengan kompak menggunakan sistem ini akan cepat sukses dan dampaknya akan kelihatan. Semoga umat dan masyarakat di Lumbanpinasa dapat bekerjasam untuk menggunakan pupuk organik dan pestisida hayati. Dalam kegiatan ini semua masyarakat sangat antusias dan senang dengan pelatihan ini. Bagi mereka hal ini merupakan hal baru dan menambah wawasan baru untuk menerapkan pertanian yang bebas zat-zat kimia. Hal seperti ini merupakan pengetahuan yang bagi kami tandasnya.


I. Hari Selasa tanggal 08 Maret 2016. Tidak ada kegiatan penyuluhan karena pada hari tersebut adalah hari pekan/pasar. Semua orang kumpul di pasar untuk menjual atau membeli hasil bumi. Setiap hari Selasa mereka membawa hasil pertanian dan peternakannya untuk dijual. Pasar adalah tempat mereka untuk bertransaksi hasil bumi mereka. Tim CPSE mengisi waktu ini dengan mengunjungi umat yang dekat dengan Paroki Parsoburan. Dalam pertemuan ini kami mencoba untuk mengajak mereka untuk menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan dan berbasis ekologis.

II. Hari Rabu tanggal 9 Maret 2016 Kegiatan kali ini adalah praktek pembuatan pupuk organik cair (POC) dan mikroorganisme lokal (MOL) dan pembuatan kandang fermentasi di Stasi Induk Paroki Parsoburan. Kegiatan mulai pukul 09:00 s/d pukul 18:00. Kegiatan dimulai dengan penggalian tanah dengan ukuran panjang x lebar : 1,5 m x 1 m, dan ketinggian 1 meter. Kandang ini dibuat untuk tujuan kandang percontohan untuk umat di Paroki Parsoburan. Kandang babi fermentasi ini dikelola oleh Pastor di Paroki Parsoburan. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa umat dari paroki yang mau membantu dalam pembuatan kandang yang dimaksud. Sementara pembuatan bakteri pengurai (MOL) mikroorganisme lokal kami buat di paroki yang ikut dalam praktek ini adalah ana-anak sekolah yang tinggal di paroki.


III. Hari Kamis tanggal 10 Maret 2016 Kegiatan ini dilakukan di stasi Lumbanrau Paroki Parsoburan pada hari Kamis tanggal 10 Maret yang dihadiri oleh umat stasi Lumbanrau dan umat stasi tetangga yang terdekat. Dalam pertemuan ini bahan yang dibahas adalah pembuatan pestisida hayati, MOL, dan ZPT (zat perangsang tumbuh), dan juga pakan ternak babi dengan sistem fermentasi. Jumlah peserta yang hadir dalam pertemuan ini 35 orang. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pastor paroki dan Ketua PSE paroki. Kegiatan dimulai pada pukul 09:00-17:00. Metode kegiatan ini sama dengan metode kegiatan yang di desa Lumban Pinasa pada tanggal 7 Maret. Umat di stasi ini respon dengan kegiatan ini namun sebagian lagi sedikit pesimis, mereka kurang yakin dengan pestisida hayati dan pupuk organik karena selama ini mereka sudah terbiasa menggunakan pupuk kimia. Mereka lebih yakin pada pupuk kimia karena efeknya langsung kelihatan katanya. Mindset dan kebiasaan mereka sulit diubah. Namun setidaknya ada harapan untuk sebagian umat yang sangat respon dengan pertemuan ini. Karena sesuai dengan pengakuan mereka hal ini merupakan metode baru yang perlu pembuktian hasil dan dampaknya untuk tanaman tandasnya.

Sekarang saatnya bagi anda rekan semua, buktikan dan berikan kontribusi yang positif bagi seluruh masyarakat khususnya di paroki kita. Diam dan menonton saja tidak akan mendatangkan kesuksesan dan kemajuan bagi diri sendiri apalagi masyarakat umum. Saatnya sekarang anda bergabung dan bergegas. Bangkit dan bergeraklah untuk melestarikan bumi yang adalah rumah milik kita bersama Demikian hal ini kami buat. Semoga melalui kegiatan yang dilakukan di Paroki St. Yosep Parsoburan menambah pengetahuan baru tentang peternakan dan pertanian berbasis ekologis. Harapan kami semoga umat di Paroki ini makin tergugah untuk semangat dalam meningkatkan perekonomian ditingkat keluarga, lingkungan, stasi, Paroki maupun masyarakat secara luas. Atas dukungan dari CPSE KAM, PSE Paroki dan Pastor Paroki, serta semua orang yang memberi hati dalam pertanian organik kami ucapkan terima kasih banyak. Salam Organik.

 

Sr. Nicoline Banjarnahor KSFL