Pelatihan Pertanian Hidroponik di Kuasi Paroki St. Katarina Tiga Juhar

Hidroponik berasal dari bahasa latin (hydro = air; ponos = kerja) yaitu suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan dengan menggunakan larutan mineral bernutrisi atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti media tanah. Bertanam secara hidroponik dapat dilakukan di rumah sebagai hobi maupun untuk dikomersialkan.

Beberapa kelebihan bertanam dengan sistem hidroponik ini antara lain: Ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida atau obat hama yang dapat merusak tanah. Tanaman tidak merusak tanah karena tidak menggunakan media tanah dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas. Pemakaian air lebih efisien karena penyiraman air tidak perlu dilakukan setiap hari. Lebih hemat karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari, tidak membutuhkan lahan yang banyak,

Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga. Dapat ditanam kapan saja karena tidak mengenal musim. Media tanaman bisa dibuat secara bertingkat baik moderen maupun tradisional (sederhana). Media moderen dapat di beli dari toko misalnya: paralon, spons, baki dan lai-lain, sedangkan tradisional atau sederhana, Media tanam dapat dibuat dari barang bekas seperti aqua gelas yang sudah habis pake, bungkus pop mie, bambu dan lain-lain.

Kali ini Caritas PSE memilih pertanian Hidroponik tradisional yaitu membuat media tanam dari bambu dan barang bekas, dengan menggunakan bahan bekas atau aqua bekas, kita tidak perlu mengeluarkan uang banyak, asal kita mau berusaha dan belajar untuk berbuat. Kegiatan ini dilakukan oleh Caritas PSE KAM dengan tujuan agar masyarakat pada umumnya dan umat Paroki Tiga Juhar khususnya bisa mempraktekkan di rumah masing-masing tanpa mengeluarkan uang. Sistem hidroponik ini tidak harus menggunakan alat-alat canggih, sehingga tidak menutup kemungkinan di daerah pelosok yang belum masuk aliran PLN dan jauh dari pusat kotapun bisa bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Oleh karena itulah Caritas PSE KAM mengajak masyarakat bertanam hidroponik secara sederhana.

Pada hari Senin 16 Mei 2016, di Paroki St. Katarina Tiga Juhar diadakan seminar sehari tentang Budidaya tanaman sayuran dengan sistem Hidroponik. Pemateri/narasumber seminar ini dibawakan oleh CPSE KAM. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini 25 orang. RP. Yohannes E. Padiana OFMConv selaku Pastor Paroki mengatakan program ini sangat bagus untuk di lakukan, semoga kegiatan ini benar-benar terlaksana di kalangan Masyarakat. Tanpa disadari umat sering menganggap minimarket atau sejenisnya miliknya sendiri, karena semua serba beli mulai dari bumbu masakan, sayuran dan masih banyak lagi yang lain yang seharusnya bisa ditanam di pekarangan rumah. Gaya hidup instan zaman ini mematikan daya juang manusia dan enggan untuk berproses. Padahal banyak dari kita tidak tau bahwa sayuran yang kita beli itu sudah mengandung kimia yang berbahaya. Nah kalau nantinya kita sudah memproduksi sendiri, berarti kita sudah mengkonsumsi makanan yang sehat dan segar, setiap saat bisa kita panen dan yang pasti dapat membantu perekonomian kita masing-masing. Dengan adanya kegiatan ini semoga dapat menambah wawasan baru dan pengetahuan demi terwujudnya pengembangan sosial ekonomi di Keuskupan Agung Medan ini.

Demikian kegiatan ini berjalan dengan baik mulai dari pemaparan materi sampai pada praktek pembuatan hidroponik sederhana. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh peserta, dan menurut salah seorang peserta yang hadir (Ibu Sehat Br. Barus) merasa sangat beruntung bisa mengikuti kegiatan ini sampai selesai, dan bertekad akan memulai percobaan pertama dalam waktu dekat.