Pendidikan Dan Pelatihan Pertanian Berbasis Ekologis Paroki Batangkuis 27-28 Mei 2016

CPSE KAM. Pada hari Jumat tgl 27-28 bulan Mei 2016, Caritas PSE dari Divisi Ekora datang ke Paroki Batangkuis. Kehadiran Caritas PSE disambut hangat oleh DPP dan Pastor Paroki. Adapun kegiatan dan pelatihan yang kami lakukan di Paroki Batangkuis akan kami uraikan seperti di bawah ini : Kegiatan yang dilakukan pada hari ini yakni seminar pertanian berbasis ekologis. Hal ini menyangkut penggunaan pupuk organik dan budidaya tanaman padi yang baik dan benar. Karena memang 90% masyarakat di sana membudidayakan tanaman padi. Peserta yang hadir berjumlah 45 orang. Mereka adalah utusan dari setiap stasi Paroki Batangkuis. Acara dimulai pada pukul 10:00 sampai pukul 17:00. Dalam acara ini Tim Caritas menyampaikan beberapa topik seperti berikut ini :

 

  1. Pengaruh atau dampak Revolusi Hijau pada dunia pertanian secara umum
  2. Paradigma baru dalam dunia pertanian yang berkelanjutan
  3. Pemaparan teori mengenai manfaat pupuk organik serta cara pembuatannya. Dalam hal ini menyangkut pembuatan MOL (mikroorganisme lokal), pupuk organik padat dan cair. 
  4. Pemaparan teori mengenai pemanfaatan lahan sempit atau pengelolaan kebun rumah tangga 

Setelah selesai pemaparan teori kegiatan dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk padat dan cair organik. Kegiatan di lakukan di Rayon Percut Janji Matogu. Kegiatan dimulai pada pukul 10:00 WIB sampai pukul 16:30. Jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan ini adalah 45 orang. Jenis kegiatan yang dibuat adalah pembuatan Pupuk Organik Padat dan Cair (Kompos Padat, MOL, dan Pupuk Organik Cair).Umat yang datang dari berbagai stasi sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan pupuk cair dan pupuk padat organik. Berdasarkan sharing dan pengalaman mereka bahwa semua masyarakat di Janjimatogu Percut sangat tergantung pada pemakaian pupuk kimia.Mereka membudidayakan tanaman dengan kekuatan pupuk kimia. Secara umum mereka membudidayakan tanaman padi. Setelah kami perkenalkan pupuk organik dan manfaatnya untuk kesehatan tanaman dan memperbaiki sifat kimia, fisika, kimia, mereka mulai tertarik. Namun ada sebagian dari peserta yang sulit menerima penggunaan pupuk organik yang diolah sendiri. Mereka mengatakan bahwa dengan menggunakan pupuk organik buatan sendiri kurang menjanjikan karena biaya operasionalnya cukup tinggi dan proses pematangan pupuk tersebut memakan waktu yang lama. Namun setelah dijelaskan bahwa pupuk organik juga memiliki unsur hara lengkap. Pupuk organik mengandung unsur hara esensial atau makro maupun unsur hara sekunder atau mikro. Di daerah Percut sangat besar peluang untuk mengusahakan pengolahan pupuk organik dari bahan jerami. Karena mereka mayoritas petani padi dan dalam setahun mereka panen tiga kali. Nah jerami dapat diolah menjadi pupuk organik yang sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanah karena jerami banyak mengandung unsur hara nitrogen. Dari penjelasan ini peserta yang hadir mulai tertarik untuk mengolah pupuk organik. Masyarakat di daerah Percut bisa mengembalikan kesuburan tanah apabila mau berbuat dan mau mengolah jerami menjadi pupuk organik yang berkualitas. 


Demikian laporan ini kami buat. Semoga lewat penyuluhan ini umat di Percut terbuka untuk menggunakan pupuk organik demi kelestarian lingkungan yang sedang rusak akibat penggunaan pupuk kimia yang terus menerus. Harapan kami semoga umat di Rayon Percut makin tergugah untuk kembali ke organik. Tentu saja dukungan dari CPSE KAM, PSE Paroki dan Pastor Paroki Batangkuis sangat diharapkan demi terwujudnya penggunaan pupuk organik. Akhir kata bagi semua orang yang memberi hati dalam pertanian organik kami ucapkan terima kasih banyak. Salam Organik.

Sr. Nicoline Banjarnahor KSFL