Pelatihan dan Penyuluhan Budidaya Ternak Kelompok HPS Perak Stasi Sijungkat Paroki Parsoburan 26 Februari 2017

26 Februari 2017 diadakan kegiatan pelatihan budidaya ternak babi untuk kelompok “HPS PERAK” yang disingkat dengan Hari Pangan Sedunia Peningkatan Ekonomi Rakyat Antar Katolik”. Pertemuan kali ini diadakan pada hari Minggu seusai ibadat sabda. Alasan diadakan pada hari Minggu supaya semua anggota kelompok hadir pada pertemuan tersebut. Adapun isi dari kegiatan ini adalah menindaklanjuti program kegiatan kelompok yang dibahas pada bulan Desember 2016 yang lalu.

Berdasarkan hasil kesepakatan semua anggota kelompok bahwa kelompok akan mencoba memelihara indukan ternak babi di rumah masing-masing. Maka pada tanggal 22 Februari 2017 Tim CPSE KAM menyerahkan indukan ternak babi kepada kelompok

Jumlah indukan ternak babi yang diserahkan kepada anggota sebanyak 7 ekor dengan ukuran rata-rata 80 kg/ekor. Harga indukan ternak babi satu ekor sebesar Rp. 2.600.000 (dua juta enam ratus ribu rupiah). Maka jumlah keseluruhan biaya ternak adalah 7 ekor x Rp. 2.600.000 = Rp. 18.200.000 (delapan belas juta dua ratus ribu rupiah. Indukan ternak ini diserahkan kepada 7 orang anggota. Jumlah keseluruhan anggota kelompok ada 20 KK. Maka kelompok yang belum menerima indukan ternak babi akan menerima setelah ternak babi beranak dan anaknya dijual. Cara pengembaliannya adalah sebagai berikut. Ka. PSE Paroki menyampaikan syarat-syarat pengembalian ternak babi tersebut sbb :

  1. Dana APP yang dicairkan oleh CPSE KAM sebesar Rp. 18.000.000 (delapan belas juta rupiah) kepada kelompok HPS PERAK Stasi Sijungkat ini akan dikembalikan kepada Keuskupan melalui Pastor Paroki dalam batas waktu satu tahun setelah dana cair kepada anggota kelompok. Maka Kelompok ini membayarkan kepada Paroki dan seterusnya Pastor Paroki akan menyerahkan uang tersebut kepada CPSE KAM. 
  2. Apabila indukan ternak sudah beranak, maka setengah dari anaknya akan dikembalikan ke paroki sampai 4 kali berturut-turut beranak. 
  3. Apabila ternak tidak beranak, maka indukan tersebut dijual dan diganti dengan indukan yang baru (dipilih indukan yang unggul dan berkualitas). 
  4. Apabila indukan babi hanya satu atau dua kali beranak, maka indukan tersebut dijual dan dibelikan yang baru. 
  5. Apabila ternak babi mati dan belum pernah beranak maka akan diganti dan dibeli indukan yang baru dengan uang dari anggota kelompok. 


Kelompok ini masih mulai berkembang sementara anggaran dasarnya belum lengkap. Setelah terbentuknya kelompok ini hendaknya kelompok ini saling bantu membantu, membuat pertemuan bersama dan sharing bersama untuk memperkaya kelompok dan studi bersama. Maka selain butir-butir di atas, anggota kelompok bersama dengan tim dari CPSE KAM dan PSE Paroki membahas pedoman/aturan kesepakatan dan anggaran dasar rumah tangga kelompok. Adapun butir-butir yang diperoleh adalah sebagai berikut :

  1. Setiap bulan anggota wajib memberikan iuran Rp. 5.000 (lima ribu rupiah)
  2. Setiap anggota wajib mengadakan pertemuan minimal setiap bulan pada minggu ke-4 (minggu terakhir) 
  3. Setiap anggota yang menerima dana APP wajib mengembalikan dana tersebut sesuai dengan kesepakatan yang berlaku. 
  4. Segala biaya perongkosan anggota yang diutus dari kelompok untuk mengikuti kegiatan PSE, baik tingkat paroki maupun Keuskupan ditanggung dari kas kelompok. 
  5. Biaya-biaya setiap pertemuan pembinaan dikeluarkan dari kas kelompok. 
  6. Setiap keputusan rapat dianggap sah dan tidak bisa diganggu gugat. 
  7. Rapat anggota dan doa bersama setiap bulan hari Minggu pada minggu ke-4 
  8. Hasil kegiatan kelompok wajib dilaporkan kepada paroki. 
  9. Setiap hasil rapat wajib diarsipkan dengan melampirkan daftar hadir dan dilaporkan ke pihak paroki/PSE, Pastor,DPPH
  10. Apabila ada anggota yang tidak mengikuti aturan yang berlaku dalam kelompok pengurus wajib mengeluarkan SP (Surat Peringatan) selama 3 kali berturut-turut 3 bulan sekali. 

Seusai membahas pedoman atau aturan-aturan yang berlaku dalam kelomok Tim Caritas PSE KAM menjelaskan tehnik-tehnik budidaya ternak babi yang benar dan baik. Cara memelihara ternak agar tidak mudah diserang oleh penyakit yang tiba-tiba seperti penyakit Hog Kolera dan penyakit yang mudah menular. Pemberian pakan yang seimbang dan berkualitas juga perlu diperhatikan agar pertumbuhan dan perkembangan ternak babi meningkat dengan cepat. Setelah penyampaian materi Tim CPSE dan Ketua PSE Paroki melanjutkan kegiatan dengan pemberian vaksin dengan cara menyuntik ternak agar sehat dan tahan terhadap serangan penyakit yang tiba-tiba.
Demikian laporan kegiatan yang dilaksanakan pada kelompok HPS PERAK stasi Sijungkat Paroki Parsoburan. Semoga dengan kegiatan ini umat stasi Sijungkat ini makin mantap beriman dan berkembang dalam kehidupan sosial dan ekonomi rumah tangganya. Tuhan memberkati semua usaha dan niat-niat baik kita. Semoga.

Salam kami
Unit Livelihood

Sr. Nicoline
Sdra. Buha Simbolon.