Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Berbasis Ekologis Kelompok Tani Stasi Tara Bunga Paroki Balige Senin 27 Februari 2017


Kelompok tani di stasi Tara Bunga paroki Balige terletak di Kabupaten TOBASA (Toba Samosir). Kelompok ini merupakan kelompok dampingan Caritas PSE KAM dan PSE Paroki. Pada awal tahun 2015 kelompok ini pernah mengajukan dana APP untuk digunakan memelihara ternak babi. Berdasarkan pengakuan mereka, bahwa ada sebagian anggota yang berhasil namun sebagian lagi ada juga yang gagal. Namun bukan hasil yang terutama untuk kelompok ini, melainkan rasa persatuan diantara mereka.

Mereka juga semakin bersemangat dalam hidup menggereja dan juga mengadakan doa-doa lingkungan. Kelompok ini tentu saja berdampak positif untuk semua baik untuk pribadi, keluarga, lingkungan, stasi dan masyarakat sekitar mereka. Ada nilai-nilai positif yang bisa diambil dari kelompok ini. Mereka setia berkumpul duduk bersama membicarakan dan mengevaluasi kegiatan kelompok mereka. Bertukar pikiran dan belajar bersama untuk menambah pengetahuan satu sama lain. Mereka juga menghidupkan kembali kearifan lokal seperti gotongroyong dan “marsialap ari“ 

Menurut pengakuan kelompok ini bahwa modal awal yang mereka gunakan telah mereka kembalikan ke Paroki Balige. Ketika Tim CPSE datang memonitoring kelompok ini, mereka sangat senang karena diperhatikan. Kelompok ini ingin mengembangkan usaha mereka dengan cara bercocok tanam cabai dan padi SRI. Maka pada tanggal 27 Februari 2017 Tim CPSE mencoba membantu mereka melalui penyuluhan cara budidaya cabai dan padi. Tim Caritas PSE KAM memberikan pelatihan pembuatan pestisida hayati dengan cara penyulingan, dan yang kedua pendidikan dan pelatihan budidaya tanaman padi SRI ( System of Rice Intensification). 


Pembuatan pupuk pestisida hayati ini dengan cara penyulingan bahan-bahan yakni berbagai jenis tumbuhan yang sudah dipilih sebelumnya. Tumbuh-tumbuhan yang disuling ini adalah yang berpotensi menjadi obat untuk tanaman seperti mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Bisa juga mengendalikan tanaman dari penyakit jamur. Hal ini penting sekali diketahui oleh petani agar tidak tergantung pada pemakaian pupuk dan pestisida kimia. Mereka sudah waktunya beralih dari zat-zat kimia yang kurang bersahabat dengan alam dan juga kesehatan manusia. Kegiatan ini tentu saja diapresiasi oleh kelompok yang ada di Tara Bunga. Mereka juga senang mendapat pengetahuan yang baru seperti menyuling berbagai jenis tanaman yang bisa digunakan untuk mengendalikan hama penyakit tanaman. Selain penjelasan pembuatan pestisida hayati juga dijelaskan dengan tehnik budidaya tanaman padi SRI (System of Rice Intensification) adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air, dan unsur hara. Metode S.R.I. ini terbukti telah berhasil meningkatkan produktivitas padi sebesar 50 % bahkan dibeberapa tempat mencapai lebih dari 100 %.Teknik S.R.I. ini telah berkembang di 36 negara antara lain Indonesia, Kamboja, Laos, Thailand. Di bawah ini saya coba sedikit memberi penjelasan tehnik-tehnik budidaya padi SRI.


Dalam budidaya padi metode S.R.I. ini ada beberapa prinsip yang menjadi ketentuan, yaitu sbb:

  1. Tanam bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah sebar ketika bibit masih berdaun 2 helai.
  2. Tanam bibit satu lubang satu batang dengan jarak tanam biasa 30 Cm x 25 Cm, 30 Cm x 30 Cm
  3. Penanaman tanam harus hati-hati karena batang masih lemah dan akar tidak putus dan ditanam tidak dalam.
  4. Pemberian air maksimal 2 Cm dengan cara intermitten (berselang).
  5. Penyiangan sejak awal pada umur 10 hari dan diulang sampai 3 kali dengan interval 10 hari.
  6. Upayakan menggunakan pupuk organik.

Adapun kelebihan S.R.I. dibandingkan dengan tanam padi secara biasa petani (konvensional) adalah :

  1. Tanaman hemat air. 
  2. Hemat biaya benih.
  3. Hemat waktu karena panen lebih awal.
  4. Produksi bisa meningkat hingga sampai 50-100%.



Budidaya Padi Metode S.R.I.

a. Pengolahan Tanah 

  • Tanah dibajak sedalam 25 – 30 Cm.
  • Benamkan sisa-sisa tanaman dan rumput-rumputan
  • Gemburkan dengan garu sampai terbentuk struktur lumpur yang sempurna, lalu diratakan sehingga saat diberikan air ketinggiannya di petakan sawah merata.
  • Sangat dianjurkan pada waktu pembajakan diberikan pupuk organik (pupuk kandang,pupuk kompos,pupuk hijau).



b. Pemilahan Benih Bernas dengan Larutan Garam.
Untuk mendapatkan benih yang bermutu baik (bernas) maka perlu dilakukan pemilihan, walaupun benih tersebut dihasilkan sendiri, atau benih berlabel yaitu dengan menggunakan larutan garam dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Masukan air kedalam ember, kemudian masukan garam lalu diaduk sampai larut, jumlah garam dianggap cukup bila telur itik bisa mengapung.
  • Masukkan benih padi ke dalam ember, kemudian pisahkan benih yang mengambang dengan yang tenggelam. Selanjutnya benih yang tenggelam/benih yang bermutu dicuci dengan air biasa sampai bersih. 


c. Perendaman dan Pemeraman Benih
Setelah uji benih selesai proses berikutnya adalah:

  • Benih yang bermutu (tenggelam) direndam dalam air bersih selama 24-48 jam.
  • Setelah direndam, dianginkan (ditiriskan) selama 24-48 jam sampai berkecambah.


d. Persemaian.
Persemaian untuk budidaya S.R.I dapat dilakukan dengan mempergunakan baki plastik atau kotak yang terbuat dari bambu/besek. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pemindahan, pencabutan, dan penanaman. Proses persemaian adalah sebagai berikut:

  • Benih yang dipergunakan tergantung pada kebiasaan/ kesukaan petani (bermutu baik/bernas).
  • Penyiapan tempat persemaian dilapisi dengan daun pisang yang sudah dilemaskan, kemudian diberikan tanah yang subur bercampur kompos (perbandingan 1:1), tinggi tanah pembibitan sekitar 4cm.
  • Benih yang ditaburkan ke dalam tempat persemaian, kemudian ditutup tanah tipis. 


Demikian laporan kegiatan ini kami buat. Semoga lewat kegiatan ini kelompok basis di Tara Bunga termotivasi untuk mengaplikasikan sistem pertanian berbasis ekologis demi kebaikan bersama. Dan juga membawa pengaruh yang positif bagi umat dalam meningkatkan hidup ekonomi keluarga khususnya hidup menggereja.


Salam Sejahtera
Unit Livelihood
Sr. Nicoline Banjarnahor
Sdra. Buha Simbolon