Pendidikan dan Pelatihan Budidaya Tanaman Jahe dan Budidaya Lebah Madu di Aula Paroki Lintongnihuta

Kegiatan yang dilakukan di Paroki Lintongnihuta pada tanggal 15-16 Februari ada dua topik besar yaitu yang pertama teknik budidaya ternak lebah madu dan yang kedua budidaya tanaman jahe. Kedua kegiatan ini sangat cocok diusahakan didaerah ini karena tempat dan kondisi yang memungkinkan. Seperti halnya budidaya lebah madu cocok dibudidayakan di desa Ramadu karena lahannya yang luas. Selain itu juga di daerah tersebut banyak jenis tumbuh-tumbuhan berbunga yang akan bakal makanan lebah. Semakin banyak jenis tumbuh-tumbuhan maka akan semakin baguslah kualitas madu yang dihasilkan. Hal ini dikatakan oleh bapak Sembiring yang handal membudidayakan lebah madu di daerah Dokan Kabanjahe.



Hari pertama kegiatan kali ini dilaksanakan di Aula Paroki Lintongnihuta. Materi yang dibahas yakni tehnik-tehnik membudidayakan lebah madu. Untuk menambah semangat peserta yang hadir tim CPSE meminta salah seorang umat yang sudah berpengalaman dalam membudidayakan lebah madu untuk membagikan pengalamannya kepada peserta. Beliau adalah bapak Aritonang dari desa Ramadu kecamatan Lintongnihuta. Bapak Aritonang membagikan pengalamannya didunia perlebahan. Beliau sudah membuat kotak dilahannya sekitar 80 kotak dan yang sudah berisi lebah sekitar 50 kotak. Ada harapan yang positif bahwa usahanya ini akan berkembang dan membawa keuntungan besar mengingat harga madu yang semakin naik dan permintaan para konsumen pun semakin meningkat.

Budidaya lebah madu ini tidak sulit namun harus ada kemauan dan kesabaran. Dalam membudidayakan lebah madu tidak perlu menyediakan pakan lebah karena lebahnya itu sendiri yang bekerja untuk mencari makanannya. Namun perlu diperhatikan setiap hari seperti kotak yang dipasang ditengah ladangnya harus diperiksa, karena terkadang ada hama pengganggu dan tanaman yang lain memasuki kotak lebah. Lebah ini adalah mahluk yang sensitif, tidak mau diganggu namun tidak mau juga mengganggu. Artinya apabila ada binatang lain memasuki kotak lebah maka lebah ini bisa berpindah tempat dan mencari tempat yang lebih nyaman. Di sinilah perlu perhatian dari peternak lebah madu, membersihkan kotak dan mengusir binatang pengganggu. Budidaya lebah madu ini ternyata sangat diminati oleh masyarakat karna tidak terlalu memakan biaya dan tenaga untuk membudidayakannya. Peserta yang hadir hampir semua tertarik memelihara lebah madu, namun kata bapak Aritonang tidak semua orang bisa membudidayakan lebah madu, dibutuhkan keuletan dan kesabaran serta berjiwa sosial tinggi, tidak pelit dan tidak boleh berbuat hal-hal yang tidak terpuji.

Pada kegiatan ini dijelaskan cara pembuatan kotak lebah dan cara memindahkan lebah madu ke dalam kotak. Selain itu dijelaskan juga cara memanen madu apabila sudah siap panen. Usaha lebah madu sangat menyenangkan dan menjanjikan. Mari belajar bersama apabila ada yang berminat saya bersedia untuk memberikan waktu mengajari, kata bapak Aritonang. Ada beberapa peserta yang memesan kotak lebah madu untuk dicoab diladangnya. Peserta sangat mengapresiasi kegiatan ini. Seusai kegiatan ini, esok harinya pada pagi hari tim CPSE memonitoring ke lapangan kotak madu yang dipasang di ladangnya. Benar seperti yang sudah dibicarakan pada saat pertemuan bahwa kotak madu sudah banyak yang berisi lebah. Ada kotak yang sudah berisi banyak dan ada juga yang masih sedikit lebahnya. Ternyata mimpi jadi kenyataan kata bapak Aritonang. Inilah mimpi saya selama ini bahwa saya harus bisa mendapatkan madu dari hasil budidaya sendiri tandasnya.