Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Berbasis Ekologis 13-15 Februari 2017 Paroki Doloksanggul

Daerah Dolok Sanggul terletak di Kabupaten Humbahas. Masyarakat pada umumnya hidup dari hasil pertanian. Ada banyak jenis komoditi yang diusahakan di daerah ini, seperti padi, tanaman kopi, kemenyan, tanaman buah-buahan yang khas dari Dolok sanggul seperti terong belanda dan markisa. Kedua jenis buah ini dikenal dengan buah yang unik dan enak rasanya. Selain tanaman buah, tanaman palawija juga dibudidayakan di daerah ini, seperti berbagai jenis sayur-sayuran, dan tanaman hortikultura. Masyarakat di daerah ini masih sangat tergantung pada pemakaian pupuk kimia dan pestisida kimia.

Sebenarnya kalau mereka mau membuat pupuk organik sangat cocok, karena bahan-bahan pupuk organik cukup tersedia dan mudah didapatkan. Mereka masih sulit mengubah kebiasaan lama. Padahal mereka sebenarnya tahu keuntungan dan dampak positif jika menggunakan pupuk organik dan pestisida hayati. Menjadi dilema ketika mengajak umat untuk beralih ke hal yang lebih alami dan sehat. Memang harus diakui bahwa dengan menggunakan pupuk organik yang berkualitas butuh proses dan tenaga untuk mengerjakannya. Berbeda dengan pupuk kimia buatan yang mudah dibeli dan diaplikasikan dan hasilnyapun cepat terlihat karena memang sifat pupuk ini adalah kontak dan cepat. Sementara pupuk organik dan pestisida hayati harus digunakan berulang-ulang dan hasilnya pun pelan-pelan kelihatan namun sangat bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah.

Pada Tanggal 13-15 Februari 2017 Tim CPSE mengadakan kegiatan pendidikan dan pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair. Selain itu juga dilakukan praktek pembuatan pestisida hayati dengan cara penyulingan tanaman obat yang berpotensi mengendalikan hama penyakit tanaman. Kegiatan dilaksanakan di stasi Matiti Paroki Doloksanggul. Hal ini sangat penting untuk para petani di Doloksanggul karena daerah pertanian dan perkebunan. Peserta pelatihan kelihatan sangat semangat dan ada harapan mereka mau mencoba membuat pupuk organik dan pestisida hayati. Semoga melalui pendidikan dan pelatihan ini menggugah semangat mereka untuk berani beralih dari kebiasaan lama dan mengubah pola pikir yang lama. P. Levi SVD selaku Pastor Paroki Doloksanggul mencoba memberi dukungan yang serius kepada umat agar umat dengan kompak dan berani mencoba pertanian yang berbasis ekologis. Stasi Matiti hendaknya menjadi pilot project untuk stasi yang lain. Harus berani mencoba dan apabila hasilnya kurang kelihatan dicoba lagi dan dicoba sampai berhasil. Orang yang tekun akan memperoleh hasil yang manis. Umat dari stasi yang lain akan melihat dan tertarik ikut dengan cara kita apabila menghasilkan yang baik dan berkualitas tandasnya.