Pilot Project Penanaman Kaliandra Merah 5 Ha Desa Salaon Toba Ronggurnihuta Samosir 21 Maret 2017

21 Maret 2017 di Desa Salaon Toba Kecamatan Ronggurnihuta Kabupaten Samosir diadakan Penanaman Kaliandra merah seluas 5 Ha. Kegiatan ini di selenggarakan oleh Yayasan Caritas PSE KAM kerjasama dengan Perkumpulan Gaja Toba Semesta (PGTS) alumni ITB dari Daerah Toba beranggotakan sebanyak 5000 orang anggota. Tujuan dari PGTS turut membangun Danau Toba sejalan dengan program pemerintah dalam membangun BODT (Badan Otorita Danau Toba). Kegiatan ini menjadi pilot project di kawasan danau Toba dengan menanam tanaman Kaliandra yang memiliki banyak manfaat.

P. Markus selaku Direktur Yayasan Caritas PSE KAM menjelaskan beberapa manfaat kaliandra seperti berikut ini : Akar kaliandra cukup kuat menahan air dan tanah sehingga tidak terjadi erosi tanah. Daun kaliandra sangat cocok menjadi pakan ternak yang berkualitas untuk sapi, kerbau, kambing dan ternak lainnya, batang kaliandra sangat bagus juga dijadikan arang, kaliandra juga mampu menyuburkan tanah yang tandus apabila sudah ditanami selama 3-5 tahun lamanya. Selain itu kaliandra sangat rajin berbunga sepanjang tahun dan bunganya sangat disukai oleh madu lebah. Maka sangat cocok membudidayakan lebah madu di sekitar kebun kaliandra. Hal inilah yang membuat maka tanaman kaliandra menjadi tanaman pilihan dibudidayakan di desa Salaon Toba.

Kegiatan Penanaman Kaliandra ini dihadiri oleh Bapak Samosir dan Isteri dari PGTS, Bapak Silalahi Camat Ronggurnihuta, Pastor Nelson selaku Vikep di Kevikepan Samosir, Pastor Masseo Sitepu Pastor Paroki Pangururan, Komunitas Susteran, Bruderan, WKRI, Dewan Pastoral Paroki, OMK Pangururan, dan juga anggota kelompok Madu Tani. Kata-kata sambutan yang disampaikan oleh undangan kepada kelompok madu tani cukup memberikan support dan dukungan besar. Sesudah kata-kata sambutan dilanjutkan pemberkatan bibit-bibit kaliandra oleh P. Nelson Sitanggang.

Seusai pemberkatan diadakan penyerahan bibit secara simbolis oleh Bapak Samosir kepada kelompok Tani Madu untuk ditanami di lahan yang sudah dipersiapkan. Lalu dilanjutkan dengan penanaman bibit kaliandra secara simbolis yang diwakili oleh setiap undangan yang hadir yakni dari PGTS yakni Bapak Samosir, P. Nelson, P. Masseo, Bapak Silalahi Camat Ronggurnihuta, P. Markus dari Caitas PSE KAM, WKRI, Dewan Pastorl Paroki, OMK Pangururan, Komunitas Susteran dan Bruderan, dan dilanjutkan oleh kelompok madu tani.