Pelatihan Handycraft Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Bagi Kaum Perempuan di Paroki Tiga Juhar

Caritas PSE KAM mendampingi umat paroki Tiga Juhar dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan handycraft pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Paroki Tiga Juhar selama 3 hari mulai tanggal 1 s/d 3 Mei 2017. Kegiatan ini difasilitasi oleh Paroki Tiga Juhar bekerjasama dengan Caritas PSE KAM. Hal ini disosialisasikan di Paroki Tiga Juhar melihat bahan dasar lidi kelapa sawit sangat mudah didapatkan di daerah ini. Hampir 75 % masyarakat di daerah Tiga Juhar memiliki kebun kelapa sawit. Melihat peluang ini paroki mencoba untuk memanfaatkan bahan-bahan tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dengan cara melatih umat membuat barang-barang berbahan lidi kelapa sawit.

Maka kaum perempuan atau ibu rumah tangga diberi pelatihan dalam membuat kerajinan tangan pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi piring, keranjang tempat buah, tempat parcel, tempat kolekte dll yang bisa dikerjakan sebagai pekerjaan sambilan.

Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan keterampilan ini dilaksanakan adalah untuk memberdayakan kaum perempuan agar mereka bisa berkarya dengan lebih kreatif untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Potensi seperti ini sudah saatnya dikembangkan digerakkan dan dioptimalkan agar membawa dampak positif bagi kemajuan ekonomi di daerah masing-masing. Apabila kerajinan seperti ini yakni ibu rumah tangga bisa bekerja di sektor kerajinan tangan, maka betapa tidak pendapatan ekonomi keluarga tidak mustahil akan berkembang dan dapat dipastikan angka kemiskinan akan berkurang. Apalagi jenis pelatihan keterampilan tangan ini tidak membutuhkan bahan baku yang sulit, karena memang sumberdaya alam yang ada disekitar kita cukup untuk itu. Kegiatan ini akan terus berkembang jika umat atau kaum perempuan mau berusaha dengan terus menerus untuk mempertahankan kerajinan ini. Sr. Nicoline, KSFL dan Buha Simbolon dari Yayasan Caritas PSE selain melatih kerajinan ini juga memberikan animasi dan motivasi kepada peserta agar kerajinan ini segera dilaksanakan di Paroki Tiga Juhar. 

 

Kegiatan kerajinan tangan yang merupakan bisnis ringan, bagi ibu rumah tangga merupakan sebuah pilihan tepat dan pantas untuk dicoba. Hal ini akan semakin berkembang jika ada support dari pihak paroki, keuskupan maupun dari pihak pemerintah setempat. Selain memiliki keterampilan tangan, ibu rumah tangga yang akan berbisnis atau bekerja sampingan, harus didorong memiliki jiwa wirausaha. Dalam membangun semangat berwirausaha, dibutuhkan motivasi serta kreatifitas sebagai modal awal tiap individu. Semoga dengan sedikit ilmu yang kita berikan ini, dapat mewujudnyatakan pesan Sinode KAM “Keluarga Yang Berdoa” adalah cerminan dari keluarga yang berbuat dan kreatif. Semoga.