Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Berbasis Ekologis 4-6 Mei 2017 Paroki St. Dionisyus Sumbul

A. Kegiatan di Stasi Dolok Tolong

Pada hari Kamis tanggal 4 Mei 2017 pelaksanaan kegiatan pendidikan pertanian khususnya budidaya tanaman pangan dan hortikultura. Kegiatan ini diadakan satu hari penuh di Rayon Dolok Tolong. Jumlah peserta 64 orang. Umat di rayon ini umumnya hidup dari pencaharian bertani khususnya perkebunan kopi dan tanaman pangan dan palawija. Mereka hampir setiap rumah tangga memiliki kebun kopi yang walaupun luas lahan berbeda-beda. Sebagian dari masyarakat ini membudidayakan jeruk manis. Namun akhir-akhir ini mereka mengakui bahwa membudidayakan tanaman jeruk hampir tidak ada untungnya karena serangan lalat buah dan hama yang lain yang mengakibatkan produktivitas jeruk manis kian hari kian merosot.

Mereka mengatakan bahwa tanaman yang relatif stabil adalah tanaman kopi dan palawija. Maka mereka mencoba mencari jalan untuk bisa meningkatkan produktivitas kopi dan hortikultura. Sehubungan dengan itu paroki mengadakan studi bersama mengenai budidaya tanaman hortikultura dan kopi.

Sebelum masuk ke sesi seminar terlebih dahulu tim Caritas PSE menganimasi dan memotivasi seluruh peserta agar dalam menjalankan profesinya sebagai petani mampu memenage waktu dan membuat program kerja sehingga pekerjaannya terarah dan sungguh-sungguh punya target. Petani yang profesional adalah bukan hanya bisa membudidayakan komoditas tertentu tapi punya target dan tujuan yang bisa dicapai sehingga tenaga dan waktu tidak sia-sia begitu saja. Dari pengalaman mendampingi para petani diberbagai daerah bahwa mereka lemah dalam memanage waktu dan tenaga, tidak efektif dan efisien. Seusai animasi, peserta diajak untuk mendiskusikan tentang hambatan dan kesulitan yang dialami dalam membudidayakan tanaman pangan dan hortikutura. Dari hasil diskusi para peserta bahwa hambatan dan tantangan yang mereka alami adalah ledakan hama penyakit yang tidak bisa dikendalikan lagi. Ada banyak jenis hama dan penyakit baru yang menyerang tanaman mereka. Mengapa bisa terjadi demikian ternyata masalahnya ada pada para petani itu sendiri. Pengelolaan tanah yang benar dan sungguh-sungguh serta mengembalikan kesuburan tanah menjadi kunci dalam membudidayakan tanam-tanaman. Para peserta sering tidak menyadari kekurangan mereka sendiri. Mereka hanyalah mengeluh dan menyalahkan cuaca tanpa melihat kebelakang teknis dan cara mereka dalam mengelola tanah yang benar. Budidaya tanaman apa saja bisa menghasilkan dengan baik a Mereka tidak serius dalam mengelola tanah pertanian mereka.

Pertemuan pada hari ini berlangsung dengan baik mulai pukul 09:00 s/d 17:30 WIB. Jumlah peserta yang hadir 40 orang. Semua antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat perlu karena menambah wawasan dan pengetahuan peserta di dalam mengembangkan hasil pertanian mereka.



B. Kegiatan di Stasi Tumpak Debata

Jenis kegiatan yang dilakukan di stasi ini adalah pendidikan dan pelatihan ternak bebek, ayam dan ternak babi. Mereka meminta jenis kegiatan ini karena pada umumnya mereka mengusahakan ternak. Jumlah Peserta yang hadir sekitar 35 orang. Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan praktek pembuatan pakan ternak fermentasi. Mereka mengakui bahwa baru pertama kali ini mereka mempelajari cara pembuatan pakan tersebut. Kegiatan dimulai pada pukul 09:00 WIB sampai pada pukul 17:00. Peserta mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias karena menambah pengetahuan yang baru. Pastor Samuel sebagai Pastor rekan di Paroki ini ikut mendampingi umat dan juga memberikan animasi dan memotivasi umat agar melalui kegiatan ini mereka semua makin semangat dan mau memulai hal-hal yang baru demi meningkatkan ekonomi dalam keluarga.



C. Kegiatan di Aula Paroki Sumbul

Hari ketiga di Paroki Sumbul kegiatan dilakukan di Aula Paroki dengan mengundang semua stasi yang diwakili oleh 2 s/d 5 orang per stasi. Jenis kegiatan yang dilakukan adalah pendidikan dan pelatihan pembuatan pupuk organik dan agensi hayati. Peserta yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 80 orang. Ketua DPRD Kabupaten Dairi Bapak Benpa Hisar Nababan menawarkan diri untuk hadir danv memberikan arahan dan dukungan kepada peserta. Kehadirannya memberikan support dan motivasi kepada peserta. Beliau menjanjikan sejumlah bibit kopi untuk ditanami dan dibudidayakan bagi mereka yang membutuhkan. Peserta sangat mengapresiasi kehadiran wakil rakyat daerah Dairi tersebut. Kegiatan dilanjutkan setelah bapak Benpa memberikan arahan. Pada kegiatan ini yang dibahas adalah mengenai pembuatan pupuk organik dan juga cara penyulingan berbagai jenis tanaman yang berpotensi mengendalikan hama penyakit yang ramah lingkungan tanpa menggunakan pupuk kimia.

Ada banyak jenis tanaman yang dipercaya mampu mengendalikan hama penyakit. Ternyata alam ini cukup untuk kita, kata salah sorang peserta pelatihan. Kelemahan dari pembuatan produk ini adalah ada beberapa janis tanaman yang sulit ditemukan di daerah Dairi sehingga harus mencari ke tempat yang jauh. Selain itu produk ini sifatnya sistemik artinya pemberian untuk tanaman secara berulang-ulang baru kelihatan hasilnya. Peserta pada umumnya senang dengan diadakannya kegiatan ini.

Sebagian dari mereka amat serius ingin mencoba di daerah masing-masing. Kegiatan selesai hingga pukul 18:00 sore. Hasil dari penyulingan yang dipraktekkan dibagi-bagi untuk dibawa pulang ke stasi maisng-masing. Semoga lewat kegiatan ini umat semakin terdorong untuk mencintai budidaya tanaman pangan dan hortikultura yang sehat dan alami.