Pemulangan Lima Korban Kasus Trafficking Asal Atambua-NTT

Setelah tiga bulan sejak tanggal 12 Oktober 2011, akhirnya tanggal 17 Desember 2011 Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Medan (Caritas PSE KAM) berhasil memulangkan lima korban trafficking asal Wedomu, Atambua-NTT ke keluarganya masing-masing. Kelima korban tersebut yakni Dahlia (20), Margarida (27), Modesta (20), Adina (31), dan Apriana (25).
Perdin Lubis, SH staff Divisi KPKC-PMP Caritas PSE KAM ditugaskan untuk mengantar langsung kelima korban tersebut dan menyerahkannya kepada Pastor Thomas Tahu, Pr selaku Pastor Paroki Wedomo, Atambua-NTT, yang kemudian diserahkan kepada keluarganya masing-masing.

Di Atambua-NTT, awalnya kelima korban ditawari oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Medan, Sumatera Utara. Untuk menyakinkan kelima korban, kepada masing-masing orang tuanya diberikan uang sebesar lima ratus ribu sebagai “uang sirih”. Namun, ketika tiba di Tebing Tinggi, Sumatera Utara (07/10/2011) mereka tidak dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga melainkan untuk dijual ke Malaysia. Akhirnya, kelima korban tersebut berhasil melarikan diri dan menghubungi kepolisian daerah setempat dan selanjutnya diserahkan kepada Pastor Haris, OSC, Pastor Paroki Tebingtinggi, Sumatera Utara, yang kemudian diserahkan kepada Caritas PSE KAM di Medan.

Read more...
 

Rapat Paripurna Yayasan Caritas PSE KAM

Peningkatan Kinerja Yayasan Caritas PSE KAM dalam pemberdayaan umat dari tahun ketahun tetap ditingkatkan. Berbagai upaya pembenahan baik dari sisi internal maupun eksternal semakin diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Untuk mengevaluasi kerja selama tahun 2011Yayasn Caritas PSE KAM melaksanakan Rapat paripurna pada tanggal 2 s/d 3 Desember di PPU Karangsari Pematangsiantar. Untuk semakin menjangkau seluruh paroki di KAM maka seluruh paroki yang ada di KAM diundang hadir dalam pertemuan tersebut namun karena berbagai kendala di paroki maka hanya perwakilan dari 23 paroki yang  dapat hadir dalam pertemuan. Selain mengevaluasi kerja tahun 2011 dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang rencana program tahun 2012.
Karena Yayasan Caritas PSE adalah organisasi yang baru terbentuk dari hasil merger antara Komisi PSE KAM dan Cordia Caritas Medan maka dalam kesempatan itu juga di perkenalkan personalia yang mengisi posisi-posisi penting dalam yayasan. Yayasan Caritas PSE KAM secara garis besar dibagi menjadi 4 divisi diantaranya:

  • Devisi Ekora (Ekonomi Kerakyatan) Bidang yang ditangani adalah  pemberdayaan masyarakat melalui Pertanian, Perikanan, peternakan dan Pemberdayaan Lembaga Keuangan Mikro yang berada dibawah naungan Paroki.
  • Divisi KPKCPMP (Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Pastoral Migran dan Perantau) Bidang yang ditangani adalah Tanggap darurat kebencanaan dan Advokasi. Read more...
 

Masihkah CU Kebanggaan Setiap Paroki??

Penataan Kembali Kerasulan Sosial Ekonomi Melalui  Pemberdayaan Credit Union (CU) yang Berlandaskan Ajaran Sosial Gereja (ASG) diselenggarakan di Paroki Jalan Bali Pematangsiantar. Pertemuan ini berlangsung selama 2 hari, mulai tanggal 18 - 19 November 2011 yang di fasilitasi oleh Yayasan Caritas PSE Keuskupan Agung Medan divisi Ekora (ekonomi kerakyatan), yang bertujuan untuk belajar bersama, berbagi informasi, mengidentifikasi isu-isu strategis masing-masing CU dan rencana tindak lanjut.

Dalam kata sambutan dihadapan 37 orang perwakilan 17 CU Paroki KAM, Pastor Markus Manurung OFMCap  selaku Direktur Yayasan Caritas PSE-KAM menyampaikan sebuah realita di Keuskupan Agung Medan bahwa keberadaan CU (Credit Union) merupakan kebanggaan di setiap paroki, meskipun di dalam segala kelemahan kita tetap bangga CU tetap berjalan dengan baik dan dapat dikelola dengan professional dan akuntabel.

Dalam pertemuan ini, setiap CU diajak oleh para fasilitator untuk dapat menganalisa isu-isu strategis CU yang dijelaskan melalui sharing pengamalan masing-masing dengan  membentuk 5 kelompok diskusi untuk membahas 5 bagian penting yaitu manajemen organisasi,pendidikan, jejaring, permodalan dan keanggotaan. Untuk mengetahui keadaan CU lebih dalam, fasilitator mengarahkan peserta menganalisa masing-masing CU dengan menggunakan Analisa SWOT. Suasana pertemuan menjadi hangat, karena masing-masing CU saling terbuka mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman CU-nya.

Read more...
 

Page 36 of 36