Peringatan Hari Ekologis KAM 2016 di Paroki Tebing Tinggi

(Tebing Tinggi,) Pengurus Lingkungan dan Rayon serta OMK Paroki Tebing Tinggi yang dikoordinir oleh Seksi PSE Paroki Tebing Tinggi melaksankanan Operasi Sampah (minggu 28/8). Hal ini merupakan wujud bentuk partisipasi Paroki Tebing Tinggi dalam rangka memperingati Hari Ekologis KAM yang selalu diperingati tiap bulan Agustus. Gereja ingin mengajak seluruh umat Katolik untuk memberi perhatian, meningkatkan kepedulian dan tindakan partisipatif dalam menjaga, memperbaiki, melindungi dan melestarikan ke-utuhan ciptaan dari berbagai macam kerusakan. Pada kenyataannya, manusia sering menempatkan diri sebagai yang berkuasa terhadap alam ciptaan dan pusat segala-galanya. Manusia juga sering beranggapan bahwa alam menyediakan berbagai sumber daya yang tidak terbatas dan mampu tercipta kembali secara cepat. Alam dianggap memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi dampak-dampak negatif dari eksploitasi dan pencemaran. Pemahaman ini mendorong manusia untuk semakin berperilaku rakus dan serakah.

Read more...
 

Pelatihan Handycraft Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Bagi Kaum Perempuan di Paroki Tebing Tinggi

 

(Tebing Tinggi, Caritas PSE KAM) Sebanyak 30 peserta kaum perempuan di Paroki Tebing Tinggi, mengikuti pelatihan membuat kerajinan tangan dari limbah lidi kelapa sawit yang dilaksanakan oleh PSE Paroki Tebing Tinggi bersama Pemuda Katolik Kota Tebing Tinggi dan PWK St. Monika Paroki Tebing Tinggi bekerja sama dengan Yayasan Caritas PSE KAM. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Paroki Tebing Tinggi selama 3 hari, tanggal 19 s/d 21 Agustus 2016. Para ibu rumah tangga diberi pelatihan, khususnya dalam membuat kerajinan tangan pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi kerajinan piring tempat buah, tempat parcel, tempat kolekte dll yang bisa dikerjakan sebagai pekerjaan sambilan. Selain di Paroki Tebing Tinggi, ibu rumah tangga di paroki lain diperkirakan banyak yang mengharapkan program pelatihan keterampilan tangan yang harus menjadi perhatian pemerintah dan gereja.

Read more...
 

Rapat Koordinasi & Bimbingan Teknis Institusi Wajib Lapor Rehabilitasi Sosial Kementrian Sosial RI


Caritas PSE menjadi salah satu lembaga Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) berdasarkan keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia No 139/HUK/2016. Maka sebagai lembaga IPWL Rehabsos, Caritas mendapatkan undangan untuk mengikuti Rapat Koordinasi (rakor) II yang diadakan di Hotel Grand Tjokro – Bandung. Rakor ini dibuka oleh Ibu Menteri Sosial RI (Khofifah Indar Parawansa). Hal yang menjadi penekanan dalam rakor ini adalah outcome dari program IPWL yang sudah berjalan selama ini. Outcome yang dimaksud meliputi efektivitas program, tingkat keberhasilan program dan perlunya membangun program yang baik serta mempersiapkan SDM yang handal. Harapannya, semoga Caritas PSE sebagai lembaga IPWL tetap bisa mengembangkan program dan meningkatkan pelayanan bagi korban penyalahgunaan zat (KPZ). -Junius Barus

 

Pendidikan Dan Pelatihan Pertanian Berbasis Ekologis Paroki Batangkuis 27-28 Mei 2016

CPSE KAM. Pada hari Jumat tgl 27-28 bulan Mei 2016, Caritas PSE dari Divisi Ekora datang ke Paroki Batangkuis. Kehadiran Caritas PSE disambut hangat oleh DPP dan Pastor Paroki. Adapun kegiatan dan pelatihan yang kami lakukan di Paroki Batangkuis akan kami uraikan seperti di bawah ini : Kegiatan yang dilakukan pada hari ini yakni seminar pertanian berbasis ekologis. Hal ini menyangkut penggunaan pupuk organik dan budidaya tanaman padi yang baik dan benar. Karena memang 90% masyarakat di sana membudidayakan tanaman padi. Peserta yang hadir berjumlah 45 orang. Mereka adalah utusan dari setiap stasi Paroki Batangkuis. Acara dimulai pada pukul 10:00 sampai pukul 17:00. Dalam acara ini Tim Caritas menyampaikan beberapa topik seperti berikut ini :

Read more...
 

Pelatihan pemanfaatan lahan sempit menjadi kebun rumah tangga sebagai pelayanan pastoral bagi keluarga Paroki st. Yosep tanah jawa

Panggilan menyelamatkan lingkungan sangat urgen saat ini. Manusia sudah terlalu banyak mengeksploitasi alam yang meliputi dunia satwa, fauna, flora, sumber alam, dst demi kepentingannya sendiri. Kita dipanggil untuk bertindak secara lebih bermurah hati serta mengosongkan diri, demi pelestarian dan damai sejahtera seluruh bumi. Manusia dalam Alkitab dipanggil untuk bertanggungjawab positif di tengah makhluk ciptaan Allah (Kejadian 1:28). Tanggungjawab dan kepedulian dalam melestarikan lingkungan hidup hendaknya pertama-tama diwujudkan dalam keluarga kecil. Keluarga menjadi sentral dalam membina dan memupuk rasa cinta dan kepedulian akan lingkungan hidup dengan tidak membuang sampah dengan sembarangan.

Pelatihan pengelolaan sampah anorganik menjadi aneka kreasi

Read more...
 

Page 12 of 37