Pelatihan Pertanian Hidroponik di Kuasi Paroki St. Katarina Tiga Juhar

Hidroponik berasal dari bahasa latin (hydro = air; ponos = kerja) yaitu suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan dengan menggunakan larutan mineral bernutrisi atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti media tanah. Bertanam secara hidroponik dapat dilakukan di rumah sebagai hobi maupun untuk dikomersialkan.

Beberapa kelebihan bertanam dengan sistem hidroponik ini antara lain: Ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida atau obat hama yang dapat merusak tanah. Tanaman tidak merusak tanah karena tidak menggunakan media tanah dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas. Pemakaian air lebih efisien karena penyiraman air tidak perlu dilakukan setiap hari. Lebih hemat karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari, tidak membutuhkan lahan yang banyak,

Read more...
 

Kursus Pembuatan Jahe Instan (Sari Jahe)

Senin 09 Mei 2016 Team Yayasan Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Medan (YCPSE KAM) RP. Markus Manurung OFMCap (Direktur YCPSE KAM), Sr. Nicoline Banjarnahor KSFL dan Buha Simbolon sebagai Staff divisi Ekora berangkat dari Medan menuju ke Paroki St. Stepanus Martir Pamatangraya Kab. Simalungun dalam rangka melakukan kursus pembuatan Jahe Instan guna peningkatan nilai tambah produksi (Value Added) kepada anggota kelompok tani budidaya tanaman Jahe yang sudah 3 tahun berjalan di Tiga Stasi, yakni Stasi Mappu, Silautomuan dan Gunung Meriah Panei.

Hal ini dilakukan YCPSE KAM dikarenakan rendahnya nilai tambah produk yang dinikmati oleh petani. Petani menjual produk pertanian hasil panen begitu saja. Banyak petani menjual hasil pertanian misalnya jahe ketika masih berada di lahan. Proses pemanenan hasil petanian dan pasca panen (pengolahan hasil pertanian) seperti proses pengeringan

Read more...
 

Pengembangan Ekonomi Masyarakat Lewat Budidaya Lebah Madu

Madu merupakan salah satu sumber makanan yang baik. Asam amino, karbohidrat, protein, beberapa jenis vitamin serta mineral adalah zat gizi dalam madu yang mudah diserap oleh selsel tubuh. Madu mengandung sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi, fosfat dan vitamin, seperti vitamin E, vitamin C, vitamin B1, B2 dan B6.1 Selain itu madu juga mengandung antibiotik yang berguna untuk melawan bakteri patogen penyebab penyakit infeksi, sehingga pertumbuhan beberapa mikroorganisme yang berhubungan dengan penyakit atau infeksi dapat dihambat oleh madu dan masih banyak manfaat lainnya, namun madu sangat langkah di pasaran dan cukup mahal, selain itu juga madu yang di pasarkan belum bisa di jamin mutunya asli atau palsu.

Read more...
 

PSE Paroki Tebing Tinggi dan OMK Paroki Tebing Tinggi, Gelar Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan Generasi Muda

(Tebing Tinggi, Caritas PSE KAM) Dewasa ini orang dan generasi muda pada umumnya melihat sebelah mata terhadap wirausaha, padahal berwirausaha banyak manfaatnya. Disisi lain peningkatan sumber daya manusia merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas. Dari latar belakang inilah Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Tebing Tinggi dan OMK Paroki Tebing Tinggi serta Pemuda Katolik Komisariat Cabang Tebing Tinggi menggelar Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan Generasi Muda selama 2 hari yang diikuti oleh 21 orang peserta. Diklat Kewirausahaan ini menghadirkan narasumber dari Caritas PSE KAM dan sharing wirausaha dari OMK Paroki Tomok.

Diklat Kewirausahaan Generasi Muda ini dibuka Bpk. Esbon Sihombing, Bendahara DPP yang juga Ketua Pemuda Katolik Komcab Tebing Tinggi. Pada kesempatan ini, Kelompok Wirausaha OMK Tomok berbagi inspirasi dan membagikan ilmu berwirausaha Papan Bunga yang telah mereka tekuni 4 tahun belakangan. “Ini merupakan bentuk nyata dukungan dari kami OMK Tomok untuk kawan-kawan di OMK Paroki Tebing Tinggi”, ujar Ivana, juru bicara OMK Paroki Tomok“Jangan hanya berpikir, tapi lakukan” tegasnya.

Read more...
 

Lokakarya bahan pendalaman iman HPS tahun 2016

Hari Pangan Sedunia (HPS) adalah gerakan bersama untuk mengembangkan kesadaran akan pangan yang cukup, sehat dan bermutu bagi semua orang. Perayaan Hari pangan sedunia merupakan suatu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh keuskupan agung medan. Kegiatan ini merupakan suatu bentuk dukungan atas ditetapkannya Hari pangan sedunia oleh organisasi Food and Agriculture Organization (FAO) milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 16 Oktober 1945.

Gereja Katolik melibatkan diri dengan tujuan menyadarkan umat akan tanggung jawab bagi pangan dan sumber pangan manusia. Gereja mendorong umat untuk membangun kebersamaan gerak dalam memastikan ketersediaan pangan yang bermutu bagi hidup manusia. Tema Hari Pangan Sedunia tahun 2016 adalah “PENGUATAN PANGAN KELUARGA”. Kata Keluarga diangkat dari Hasil Sinode VI KAM. Sebutan keluarga sebagai gereja mini merujuk pada panggilan keluarga yang juga merupakan panggilan gereja. Gereja dipanggil untuk mewartakan kerajaan Allah demikian pula halnya keluarga sebagai unit terkecil dari gereja.

Read more...
 

Page 13 of 37